Taruh Prioritas Jamaah, Petugas Haji TNI-Polri Ditambah 100 Persen

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:55:37 WIB
Taruh Prioritas Jamaah, Petugas Haji TNI-Polri Ditambah 100 Persen

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah menaruh perhatian besar pada layanan jamaah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi dengan menambah jumlah petugas dari unsur TNI dan Polri hingga 100 persen. 

Langkah ini diambil untuk memastikan pelayanan terbaik, khususnya bagi jamaah lansia yang membutuhkan perhatian lebih.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menegaskan, “Tahun kemarin petugas dari TNI dan Polri ada 70 orang sekian. Hari ini kita tambah menjadi 170 sekian, jadi 100 persen lebih dalam rangka untuk memastikan pelayanan kepada jamaah haji, pelayanan terbaik,” ujar Irfan di Jakarta, Rabu.

Penambahan personel ini juga menaruh implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan optimalisasi pelayanan kepada jamaah calon haji. Fokus utama adalah memberikan kenyamanan, keamanan, serta respons cepat terhadap kebutuhan jamaah selama berada di Tanah Suci.

Selain memperkuat aspek keamanan, Kemenhaj menaruh perhatian pada kesehatan jamaah. Penambahan tenaga kesehatan dan pemeriksaan kesehatan awal yang lebih ketat menjadi prioritas untuk menghadapi tingginya jumlah jamaah lanjut usia.

Penguatan Layanan Kesehatan dan Keamanan

Menhaj Irfan Yusuf menyoroti bahwa tenaga kesehatan tambahan akan menaruh fokus pada pemantauan kondisi fisik jamaah secara intensif. “Nakes-nya saya angkanya belum tahu persis,” katanya, “tetapi yang lebih penting adalah pemeriksaan kesehatan awal harus dilakukan lebih serius.”

Langkah ini menaruh peran penting dalam menekan risiko kesehatan selama musim haji, terutama bagi jamaah yang memiliki riwayat penyakit kronis. Penambahan petugas TNI dan Polri menaruh dukungan operasional agar setiap titik layanan dapat berjalan lancar.

Menurut Irfan, penambahan personel tidak hanya menaruh aspek kuantitas tetapi juga kualitas. Petugas dilatih untuk mampu menghadapi berbagai situasi di lapangan, termasuk membantu jamaah dengan mobilitas terbatas, memberikan pendampingan ibadah, hingga pengelolaan kerumunan di tempat ibadah.

Diklat Calon Petugas Haji Menjadi Landasan Profesionalisme

Para calon petugas haji tengah menjalani pendidikan dan pelatihan (diklat) di Asrama Haji Pondok Gede. Diklat ini menaruh fokus pada persiapan fisik, mental, serta pemahaman tugas yang akan diemban di Tanah Suci.

“Salah satu tujuan dari petugas adalah fisik disiapkan, disiplin disiapkan, kemudian pengenalan medan disiapkan, pengetahuan tentang haji disiapkan, bahasa Arab disiapkan,” jelas Irfan. Latihan ini menaruh tujuan agar petugas siap menghadapi situasi nyata dan memberikan layanan profesional.

Selain itu, diklat menaruh pentingnya penguatan komunikasi antarpetugas dari berbagai instansi. Hal ini untuk memastikan kolaborasi tanpa sekat, sehingga pelayanan kepada jamaah berjalan lancar dan terpadu.

Petugas Haji Harus Fokus pada Jamaah

Menhaj menekankan prinsip bahwa petugas haji tidak melayani atasan atau pejabat kementerian. “Petugas haji bukan melayani pimpinan instansinya. Anda tidak melayani pejabat kementerian, anda tidak melayani pejabat negara. Yang anda layani adalah jamaah haji,” tegas Irfan Yusuf.

Prinsip ini menaruh garis tegas agar semua petugas menempatkan prioritas pada kebutuhan jamaah. Tidak ada sekat instansi di lapangan; semua melebur menjadi satu identitas, yaitu petugas haji Indonesia, yang menaruh perhatian penuh pada kenyamanan dan keselamatan jamaah.

Pemberlakuan prinsip ini menaruh budaya pelayanan profesional dan humanis di setiap titik ibadah. Setiap keputusan dan tindakan di lapangan diarahkan untuk mendukung kelancaran ibadah jamaah.

Penambahan Rasio Petugas dan Jamaah

Tahun ini, rasio petugas terhadap jumlah jamaah sedikit ditingkatkan. Menhaj menekankan langkah ini menaruh tujuan agar setiap jamaah, terutama lansia, menerima perhatian optimal. Penambahan personel menaruh dampak langsung terhadap efektivitas layanan, mulai dari pendampingan ibadah, pengaturan transportasi, hingga pengawasan kesehatan.

Selain itu, petugas dari TNI, Polri, Kemenkes, dan Kemenag menaruh kolaborasi penuh agar tidak terjadi duplikasi tugas. Semua berfokus pada satu tujuan: layanan prima bagi jamaah haji Indonesia.

Kesiapan Menyambut Haji 2026

Dengan penambahan personel dan tenaga kesehatan, serta diklat intensif yang telah berjalan, Menhaj menaruh keyakinan bahwa layanan haji 2026 akan lebih optimal dibanding tahun sebelumnya. Setiap petugas diharapkan menaruh tanggung jawab penuh dan menempatkan kepentingan jamaah sebagai prioritas utama.

Langkah-langkah ini menaruh sinyal kuat bahwa Kemenhaj siap menghadapi musim haji secara mandiri, memperkuat koordinasi antarinstansi, dan menaruh kualitas pelayanan haji di level internasional. Keberhasilan di lapangan menaruh dampak langsung pada citra Indonesia sebagai penyelenggara haji profesional.

Terkini